Pusat informasi prospek usaha dan cara budidaya di bidang peternakan, perikanan, dan pertanian

Jenis-jenis Lobster Air Tawar


Pagi sahabat budidaya dan ternak, sebelum mulai membudidayakan lobster tentu anda harus tahu Jenis-jenis Lobster Air Tawar yang dapat dibudidayakan beserta karakteristik masing-masing lobster. Sampai sekarang, beberapa jenis lobster air tawar seperti cherax destructor, cherax tenuimanus, cherax quadricarinatus, procambarus sp., dan astacopsis gouldi sudah banyak dibudidayakan di luar habitat aslinya. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis lobster tersebut :

1.      Cherax Destructor
Cherax destructor juga termasuk dalam keluarga parastacidae. Salah satu ciri khusus lobster ini adalah capitanya yang berukuran besar. Bahkan, ukurannya hampir sama dengan tubuhnya. Oleh karena ini lobster ini lebih akrab dikenal dengan destructor (si penghancur). Seluruh tubuhnya mulai dari ekor hingga kepala didominasi warna merah kecoklatan, biru, maupun warna lain dengan panjang berkisar antara 30-50 cm dengan berat sekitar 300-500 gram per ekor.
 
Cherax destructor, lobster air tawar, crayfish, budidaya lobster air tawar
Cherax Destructor


Lingkungan hidup dan tingkat produktifitas cherax destructor sama dengan cherax quadricarianatus. Dalam setahun cherax destructor hanya melakukan perkawianan dua kali. Dalam satu kali perkawinan dapat menghasilkan anakan 300-150 ekor. Sayangnya, Jenis lobster ini memiliki tingkat kanibalisme yang tinggi. Pada saat moulting lobster betina bisa memangsa lobster jantan. Hal inilah yang menyebabkan tidak banyak peternak yang membudidayakannya.

2.      Cherax Tenuimanus
Cherax tenuimanus dikenal juga dengan sebutan marron. Jenis ini memiliki banyak warna. Ada jenis marron dengan warna tubuh biru keunguan dan ada pula cokelat tua keunguan. Jenis lobster ini hidup  pada kisaran suhu air 11-30˚C dengan Ph 6-8.
Cherax tenuimanus, lobster air tawar, budidaya lobster
Cherax tenuimanus
3.      Cherax Quardricaritanius
Jenis lobster yang satu ini termasuk dalam keluarga parastacidae dan dikenal juga dengan sebutan red claw (disebut seperti itu karena di kedua ujung capitnya terdapat warna merah). Anggota crustanceae ini sangat cocok hidup di lingkungan dengan suhu air optimal pada kisaran 20 - 24˚C, pH 7-8, dan kesadahan air 10-20˚ dH.
Cherax Quardricaritanius, lobster air tawar, budidaya lobster
Cherax Quardricaritanius
 Jika dilihat secara fisik, bentuk tubuh red claw hampir sama dengan jenis udang lainnya. Akan tetapi red claw memiliki ciri utama pada warna tubuhnya yang didominasi oleh warna biru laut yang berkilau. Antar ruas kelopak kulit berwarna putih. Panjang tubuh red claw dewasa dapat mencapai 50 cm dengan bobot berat sekitar 800 – 1000 gram per ekor.

Pada umur 6-7 bulan, seekor induk red claw sudah mulai kawin dan bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan dalam sekali perkawianan bisa mencapai 100-200 butir. Baru setelah berumur satu tahun, induk red claw bisa dihasilkan telua berkisar 600-1000 butir. Hebatnya, Induk dapat bertelur hingga 5 kali dalam satu tahun. Selain sebagai udang konsumi, red claw juga cocok dijadikan udang hias karena memiliki warna tubuh yang indah. Warna biru laut mengkilap terpancar dari tubuhnya. Bagi para kolektor, untuk mendapatkan warna biru dari seluruh bagian tubuh ikan hias air tawar sangat sulit. Bahkan, mungkin tidak akan pernah dijumpai. Warna biru hanya bisa dinikmati dari ikan hias air laut.

4.      Procambarus Clarkii.
Procambarus clarkii berasal dari keluarga cambaridae. Ciri khas jenis lobster air tawar ini adalah seluruh tubuhnya berwarna merah bata untuk jantan, sedangkan betina orange kemerah-merahan. Ukuran tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan cherax sp. Procambarus clarkia dewasa panjang tubuh hanya berkisar 12 cm dengan berat 75-100 gram per ekor.
Procambarus clarkii, budidaya lobster, lobster air tawar
Procambarus Clarkii
5.      Astacopsis Gouldi
Lobster air tawar ini lebih dikenal dengan sebutan tazmania giant freshwater lobster. Warna tubuhnya cokelat kehitam-hitaman terutama pada bagian badan, kepala, dan capit. Dari beberapa jenis lobster air tawar di atas, jenis ini adalah yang paling besar. Panjang tubuh lobster raksasa ini bisa mencapai 90 cm dengan berat 4-6 kg per ekor. Dibandingkan dengan jenis red claw, jenis lobster ini memiliki produktifitas yang rendah, yaitu hanya melakukan perkawianan dua tahun sekali dengan jumlah telur yang dihasilakan sekitar 4000 butir. Telur-telur yang dibawa oleh induk betina baru menetas setelah satu tahuan pembuahan. Pada dasarnya astacopsis gouldi kurang cocok dibudidayakan di Indonesia karena membutuhkan suhu air di bawah 20˚C.
Astacopsis Gouldi, budidaya lobster, lobster air tawar
Astacopsis Gouldi
Sekian artikel tentang Jenis-jenis Lobster Air Tawar yang dapat dibudidayakan di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca artikel terkait :
·         Lobster Air Tawar

Kata kunci : jenis-jenis lobster air tawar, crayfish, cherax destructor, cherax tenuimanus, cherax quadricarinatus, procambarus sp., astacopsis gouldi.
1 Komentar untuk "Jenis-jenis Lobster Air Tawar "

Kalau lobster hias bisa bertelur gak ya?



Back To Top