Cara Ternak Burung Pleci Lengkap

4 Langkah Ternak Burung Pleci

Burung pleci atau zosterops merupakan burung dengan marga penciri burung kacamata dan memiliki jumlah anggota terbesar. Tersebar di wilayah  tropika Afrika, Asia (Indomalaya) dan Australia bagian utara, burung ini hanya memiliki panjang antara 8-15 cm dari ujung kepala hingga ujung ekor. Seperti nama marganya, burung ini memiliki lingaran putih yang mengelilingi matanya.



Burung pleci juga merupakan salah satu burng yang paling banyak diminati para penghobi burung. Meski mungil burung  ini memiliki suara yang cukup merdu. Hal itu membuat banyak orang berlomba-lomba menangkap  burung pleci. Lalu apakah burung mungil ini bisa diternakan? Tentu saja bisa,  bahkan sangat mudah untuk diternakan. Berikut cara mudah ternak burung pleci.

  • ·         Menyediakan sangkar

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam ternak burung pleci yaitu menyediakan sangkar. Dikarenakan burung pleci merupakan burung yang kecil, kita juga tidak perlu terlalu repot menyediakan sangkar yang besar, bahkan sangkar juga bisa ditempatkan dimana saja asal bebas dari gangguan predator. Burung pleci bisa diternakan dengan menggunakan sangkar kotak maupun sangkar gantung seperti ternak burung kenari. Umumnya sangkar burung pleci berukuran 30x30x47 cm. Sediakan pula sarang untuk burung bertelur, tempatkan sarang pada bagian sudut atas dekat tangkringan. Sarang bisa dibuat dengan menggunakan anyaman bambu.

Namun jika anda memiliki dana lebih, bisa juga dengan menggunakan kandang soliter yang dapat menampung burung dalam jumlah yang banyak. Kelebihan sangkar ini yaitu kandang bisa dibuat menyerupai habitat burung. Namun kelemahan dari sangkar ini yaitu sangkar membutuhkan tempat yang lebih luas.

  • ·         Memilih indukan burung pleci dan menjodohkan


Bagi anda yang akan memulai ternak burung pleci, sebaiknya memilih burung dengan kualitas yang bagus, agar mendapatkan anakan yang berkualitas pula. Pastikan indukan tidak memiliki cacat fisik dan sehat. Pilih juga indukan dari jenis yang sama untuk memudahkan proses perjodohan. Jika menginginka anakan gacor sebaiknya untuk memilih burung jantan yang sudah gacor dan berumur 1 tahun. Untuk burung betina sebaiknya juga memilih burung yang jinak dan berumur diatas 1,5 tahun.
Setelah mendapat indukan yang bagus, proses selanjutnya yaitu menjodohkan burung pleci. Cara menjodohkannya pun tak banyak berbeda dengan burung lain, cukup dekatkan kedua burng pada sangkar yang berbeda selama beberapa hari, jika sudah saling berinteraksi pisahkan burung agak jauh namun maasih dalam jangkauan penglihatan. Jika burung saling memanggil dan terlihat seperti ingin medekati maka perjodohan daapt memasuki tahap seanjutnya, yaitu memindahkan burung betina ke dalam sangkar burung jantan.

  • ·         Menyedikan pakan

Dalam ternak burung pleci jangan lupa untuk selalu menyediakan pakan yang cukup. Hal ini untuk menjaga asupan vitamin dan nutrisi agar burung selalu sehat. burung pleci dapat diberi pakan berupa serangga kecil seperti jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang, kroto dan cacing tanah. Selain itu bisa pula ditambahkan voer dan buah-bauhan seperti pir, apel, pisang dan pepaya untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh burung.

  • ·         Proses pengeraman Telur dan perawatan anakan


Jika burung sudah menunjukan tanda-tanda berjodoh dalam proses ternak burung pleci, maka akan segera melakukan perkawinan, induk betina biasanya akan bertelur sekitar 2 minggu kemudian. Burung pleci betina biasanya akan bertelur  1-4 butir dengan masa pengeraman 10-15 hari. Pada tahap ini perhatikan perilaku jantan jangan sampai mengganggu burung betina hingga burung betina enggan mengerami, jika hal ini terjadi, segera ambil telur dan gunakan metode inkubator. Atau bisa juga dengan memindahkan burung jantan agar tidak mengganggu proses pengeraman.

Jika sudah bertelur, anakan pleci tidak boleh telat makan, jika sampai telat memberi makan bisa jadi induk akan mebuang anaknya karena merasa persediaan makanan tidak mencukupi. Anakan juga perlu diperlakukan secara khusus, hal ini dikarenakan 5 hari pertama setelah telur menetas merupakan tahap paling kritis. Anakan bisa dipisahkan dari induknya pada umur 11 hari dan bisa diteruskan dengan meloloh sendiri anakan dengan memberikan pakan berupa serangga kecil.

Demikian beberapa tips lengkap dalam ternak burung pleci. Tentunya untuk meminimalisir resiko kegagalan dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: