Cara Sukses Ternak Burung Cendet

Salah satu burung kicau yang paling digemari yaitu burung cendet atau bisa dikenal juga dengan nama burung pendet, bentet dan toet. Burung ini merupakan jenis burung predator, ia merupakan pemangsa yang agresif. Habitat asli burung ini yaitu di pepohonan tinggi. Jenisnya yang banyak membuat burung ini tersebar di beberpa wialayah di dunia seperti Eropa, Asia dan Amerika Utara.

suara burung cendet

Burung cendet memiliki ukuran sekitar 20-25 cm. Bagian ujung paruhnya membentuk kait seperti burung falkon. Cendet juga memiliki tungkai yang kuat dan cakar yang tajam untuk mecengkram mangsanya. Ciri khas burung ini yaitu ekornya yang panjang akan meliuk-liuk ketika sedang berkicau.

Sifat asli burung cendet sebernarnya galak, namun jika kita memeliharanya sejak piyikan sifat galaknya ini akan sedikit berkurang, bahkan ia akan medekat ketika kita memberi makan. Tertarik mencoba ternak burung cendet? Ini langkah-langkahnya.

  • 1.       Persiapan Kandang

Dalam ternak burung cendet hal pertama yang harus disiapkan yaitu kandang. Kandang burung cendet sebaiknya dibuat luas, ukuran rekomendasi untuk kandang burung cendet yaitu minimal 90x90x180 cm, semakin luas kandang semakin bagus, hal ini dikarenakan burung cendet merupakan burung predator. Siapkan pula bahan untuk membuat sarang, karean burung yang telah siap kawin akan segera menyiapkan sarang. Bahan untuk membuat sarang berupa rumput dan ranting kecil. Sediakan pula tanaman perdu dan ranting pohon tempat bertengger sekaligus menempatkan sarang, agar kandang terkesan lebih alami. Kandang bisa ditempakan di tempat terbuka menghadap arah matahari pagi dan pastikan terhindar dari hujan.

  • 2.       Memilih indukan

cara membedakan burung cendet jantan dan betina

Jika kandang sudah dipersiapkan, proses ternak burung cendet selanjutnya yaitu memilih indukan yang bagus. Pilihlah burung yang sudah siap kawin, burung jantan yang sudah siap kawin biasanya berumur sekitar 1,5 tahun, sedangkan betina berumur 1 tahun.Keduanya harus dalam kondisi sehat dan tidak ada cacat fisik pada bagian tubuhnya.

Beberapa patokan yang dapat digunakan untuk mebedakan burung jantan dan betina yaitu kepala burung cendet jantan lebih ceper dan datar serta memiliki warna tubuh yang lebih bagus dan mengkilat dibandingkan dengan burung betina.

  • 3.       Proses perjodohan

Cara menjodohkan burung cendet tak berbeda dengan burung kebanyakan. Cukup mendekatkan kedua burung dengan dua sangkar yang berbeda. Perhatikan perilaku keduanya. Tanda keduanya berjodoh yaitu apabila burung jantan semakin agresif dan sering berkicau. Selanjutnya burung bisa disatukan dalam kandang penngkaran yang sudah disediakan.

Pada tahap awal proses perjodohan, burung akan sering bertengkar, mengingat burung cendet merupakan burung petarung, hal ini sangat wajar terjadi. Jika burung jantan sudah mulai mendominasi maka proses perjodohan menunjukan tanda-tanda keberhasilan karena burung betina akan lebih mengalah.

  • 4.       Memberi pakan

Perhatiakan pemberian pakan pada ternak burung cendet selama masa perjodohan. Pakan yang bisa diberikan dalam sehari yaitu berupa 50 ekor jangkrik, satu sendok ulat hongkong, dua sendok makan ulat kandang untuk mendukung keberhasilan proses perjodohan.

Jangan sampai telat pula untuk menyediakan minum. Wadah minum sebaiknya sering dibersihkan dan diganti airnya agar tidak menimbulkan penyakit.

  • 5.       Merawat telur dan anakan

merawat burung cendet anakan

Burung cendet bertelur antara 2-3 butir, beberapa bahkan ada yang menghasilkan 6 butir telur, biasanya menetas pada hari ke 14-21. Induk betina akan sering menghabiskan waktu mengerami telurnya, sedangan burung jantan akan menyuapi makan betinanya.

jika telur sudah terlihat menetas segara berikan pakan tambahan berupa jangkrik, ulat hongkong, belalang,  kroto, cacing, ulat bambu, kelabang dan lain-lain, pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan burung. Biarkan burung meloloh anakan sendiri sampai si anak keluar dari sarang pada umur sekitar 3 minggu. selanjutnya untuk mendapatkan burung yang jinak sebaiknya untuk diloloh secara manual, hal ini juga menguntungkan karena induk akan segera bertelur lagi.



Ternak burung cendet memang cukup mudah dilakukan, namun kita juga perlu ketlatenan dalam merawatnya agar burung tetap produktif dan menghasilkan anakan yang berkualitas. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: