Panduan Lengkap Ternak Burung Perkutut

Siapa yang tak kenal burung perkutut? Burung ini merupakan salah satu burung dengan suara yang indah dan khas. Burung perkutut biasanya ditemukan secara berkelompok di hutan atau alam bebas, habitat aslinya berada di daerah dataran rendah maupun tinggi. Terdapat berbagai macam spesies burung perkutut, jenis yang dapat ditemukan di Indonesia yaitu jenis perkutut lokal, perkutut belang, perkutut sumba dan perkutut bangkok.

ternak perkutut

Burung perkutut memiliki ukuran tubuh antara 20-25 cm dengan kepala berbentuk bulat dan berwarna abu-abu. Burung perkutut pada umumnya memiliki bulu kecoklatan dengan vaiasi warna hitam, putih dan coklat tua. Paruhnya tampak panjang dan runcing, pada bagian kaki masing-masing terdapat 4 buah jari. Selain itu burung perkutut juga memiliki leher yang cukup panjang.
Harga burung perkutut sendiri saat ini berada pada kisaran 100ribu hingga 500ribu perekor. Tentunya hal ini membuat ternak burung perkutut menjadi bisnis yang menggiurkan. Tertarik ternak burung  perkutut? Ini dia rahasianya.
  • 1.       Persiapan Sangkar Penangkaran
Rahasia ternak burung perkutut yang pertama yaitu menyiapkan sangkar. Untuk tempat penangkaran ternak burung perkutut, idealnya memiliki ukuran 125x60x180 cm atau bisa lebih, agar burung lebih bebas bergerak jika ukuran sangkar semakin luas. Sangkar bisa dibuat dengan menggunakan  kayu, bambu maupun aluminium, untuk atapnay bisa menggunakan genteng atau asbes.
Tempatkan kandang pada tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Perhatikan juga sirkulasi udara, hal ini dikarenakan burung perkutut menyukai suasana sejuk dengan angin sepoi-sepoi, namun jangan lupa juga untuk mempertimbangankan kelembaban udara agar kandang selalu kering dan bebas dar sarang penyakit. Gunakan pasir atau tanah tanah untuk menjaga kelembaban udara.
  • 2.       Memilih indukan
ternak perkutut

Rahasia ternak burung perkutut yang kedua yaitu memilih indukan. Untuk menghasilkan anakan burung perkutut yang berkualitas pilihlah burung dengan kicauan yang merdu. Pastikan juga burung dalam keadaan sehat dan bebas cacat fisik. Burung perkutut idealnya dijodohkan pada umur 4-6 bulan.
Menjodohkan burung perkutut dapat dilakukan dengan beberpa cara, yaitu dengan memasukan sangkar jantan pada sangkar penangkaran, sedangakn betina dibiarkan lepas di sangkar penagkaran, cara kedua yaitu dengan mendekatkan kedua burung dengan sangkar yang berbeda, cara yang ketiga dengan melepaskan burung jantan pada sangkar dengan beberapa betina, hal ini dimaksudkan agar pejantan bisa memilih sendiri betina yang akan dikawininya, jika sudah terlihat menemukan jodohnya bisa dipisahkan ke sangkar penangkaran, cara ini bisa dibalik dengan memasukan betina pada sangkar dengan beberpa penajntan.
  • 3.       Memberi pakan
Rahasia sukses selanjutnya dalam ternak burung perkutut yaitu dengang memberikan pakan yang berkualitas. Makanan burung perkutut berupa biji-bijian yang terdiri dari campuran jewawut, ketan hitam, beras merah, canary seed dan godem. Usahakan untuk mengganti pakan burung setiap hari. Pemberian pakan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan burung.
Janagan sampai telat untuk memberi minum burung agar burung tidak dehidrasi. Penggantian air minum juga sebaiknya dilakukan setiap hari.
  • 4.       Merawat anak

Telur Burung perkutut akan menetas pada umur 2 minggu. biarkan anakan dirawat oleh induknya. Usia aman untuk memisahkan anakan dari induknya yaitu sekitar umur 1 bulan, pada usia ini biasanya burung sudah dapat makan sendiri. Jika sudah dipisahkan, tempatkan anakan pada sangkar berukuran 50x70x50 cm, sangkar bisa berisi antara 8-10 ekor anakan.

Pemberian makan pada anakan burung perkutut dalam ternak burung perkutut sebaiknya menggunakan pakan yang dianjurkan, seperti vitamin B kompeks, minyak ikan, kalsium dan obat cacing.  Pastikan juga untuk selalu menjemur anakan pada pagi hari, agar anakan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Ternak burung perkutut memang gampang-gampang susah dilakukan, namun jika tlaten dalam merawatnya, burung bisa tetap produktif dan menghasilkan anakan yang berkualitas. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: